6 Kesalahan Dalam Berkomunikasi di Bisnis Online yang Bisa Membuat Konsumen Kabur

Sebagai seorang pebisnis online khususnya dalam bidang dagang, tentu ada banyak hal yang harus diperhatikan. Mulai dari produk apakah sudah sesuai dengan kebutuhan pasar, harga yang wajar atau relatif murah maupun bagaimana cara pemasarannya.

Tidak lupa juga service atau layanan yang sebenarnya menjadi salah satu kunci sukses usaha Anda. Memang ada hal yang lebih dipentingkan seperti saat kita merancang sebuah toko online dengan desain menarik, atau mengutamakan trik SEO lebih dari segalanya untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung.

Tidak salah jika Anda berfokus pada hal-hal itu, hanya saja Anda tidak boleh melupakan hal-hal kecil lain yang mungkin dianggap sepele. Salah satunya adalah mengenai komunikasi terhadap para klien. Lalu mengapa? Bukankah sudah banyak sosial media, aplikasi messenger atau SMS untuk kemudahan berkomunikasi? Memang benar, namun  komunikasi yang salah ternyata tidak jarang membuat konsumen Anda akhirnya membatalkan transaksi.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan kecil wajib Anda hindari dalam berkomunikasi yang bisa membuat konsumen kabur:

1. Lama membalas chat konsumen

Pernahkah Anda menghadapi seorang seller yang benar-benar ‘lelet’ dalam membalas pesan? Jika memang sedang sibuk masih bisa dimaklumi, namun tentu kita tidak tahu apa yang ia lakukan. Namanya juga seorang seller online, mau tidak mau Anda harus melayani setiap pesan yang masuk dari konsumen.

Lama dalam membalas pesan akhirnya akan membuat calon pembeli kabur karena beralasan mereka tidak dihargai atau terlalu lama menunggu. Kesalahan dalam membalas pesan semacam ini sebenarnya bisa Anda hindari dan tidak perlu dilakukan.

Jika sedang sibuk, pasanglah status keterangan sibuk pada aplikasi messenger atau media sosial. Atau mungkin Anda bisa menuliskan pada toko online mengenai jam kerja atau jam layanan, sebagai contoh dari pukul 08.00 s/d 20.00. Tidak ingin calon konsumen kabur? Segera balas pesan mereka.

2. Bahasa yang kurang sopan

Tatalah ucapan atau bahasa yang Anda gunakan saat sedang bertransaksi dengan calon konsumen. Jangan sekali-kali gunakan bahasa yang tidak sopan apalagi bahasa gaul, kecuali bila memang Anda sudah kenal dan akrab.

Hanya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dan tidak perlu menggunakan kosa kata dari daerah Anda yang mungkin tidak akan dimengerti orang lain. Bahasa yang baik memungkinkan konsumen lebih nyaman dan lebih lanjut siap mengorder produk Anda.

3. Balasan terlalu singkat

Ada kesalahan yang sangat sering dilakukan oleh seller, yakni membalas pesan dengan sangat singkat. Sebagai contoh seorang calon pembeli bertanya “apa produk baju merek punk masih tersedia?” Sang seller hanya membalasnya “ada”. Y

a, hanya itu balasan pesan dari seller dan tampaknya menjadi sebuah kesalahan fatal. Calon konsumen sangat tidak dihargai karena yang tepat seharusnya dibalas seperti “Ya, masih ada. Ingin order?” atau “Ya tersedia 3 unit, ada yang bisa kami bantu?”.

Balasan seperti demikian sudah sangat tepat dan seller dianggap langsung mengajak konsumen untuk berinteraksi lebih lanjut. Balasan singkat tidak lain dan tidak bukan menjadikan Anda dicap sebagai seller sombong.

4. Huruf singkatan terlalu sering

Memang dalam SMS atau chatting aplikasi messenger, sangat populer penggunaan kata-kata dengan huruf disingkat. Namun dalam bertransaksi bisnis pastikan singkatan masih dalam taraf wajar alias tidak terlalu.

Singkatan yang terlalu akan membingungkan klien Anda, bahkan sampai akhirnya membuat mereka malas lagi untuk order produk. Tentu masalah sepele bukan? Namun jika tidak Anda hindari akan merugikan diri sendiri.

5. Keluar dari pembicaraan jual beli

Anda tidak perlu membahas hal lain saat sedang bertransaksi dengan klien. Fokuskan pada pembicaraan order produk, tidak perlu membahas hal lain yang dianggap keluar dari tema pembicaraan utama. Untuk obrolan masalah lain bisa dilanjutkan saat order transaksi sudah deal.

6. Emoticon bisa membantu

Fungsi emoticon bukan hanya sekedar hiasan saat melakukan obrolan. Namun emoticon bisa menjadi simbol keadaan emosi Anda. Nah, emoticon senyum atau emoticon positif lain bisa Anda tambahkan saat chatting dengan klien.

Menunjukan bahwa Anda senang bisa bertransaksi dengan klien-klien Anda. Sekaligus membuat pembicaraan tidak nampak tegang.